Tuesday, October 20

Peluang Bisnis Batik Tradisional di Era Modern

Siapapun bisa melakukan pelestarian budaya. Dengan kecintaan yang dalam pada budaya, setiap orang dapat berjuang untuk melestarikannya. Salah satu contohnya terkait kecintaan kepada budaya batik tradisional itu sendiri yang kini banyak ditunjukan oleh orang asing. Selain itu, ketika UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan budaya lisan dan non-verbal sejak 2 Oktober 2009, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Batik Nasional.

Fenomena ini bukan sekedar metode pelestarian dan pengenalan budaya batik agar lebih mendunia. Di saat yang sama, popularitas ini juga menciptakan peluang bisnis yang sangat potensial. Kesempatan ini tidak lebih dari kegiatan yang melibatkan proses produksi dan pemasaran batik tradisional.

Batik tradisional tidak hanya ada di Jawa

Selama ini model batik identik dengan budaya Jawa. Memang Indonesia memiliki berbagai jenis batik tradisional yang memiliki kekhasan tersendiri. Ragam batik yang terdapat di Jawa dan luar Jawa sangat beragam. Padahal, setiap kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Yogyakarta atau Jawa Timur memiliki ciri khas batiknya sendiri.

Dari kota Cirebon di Jawa Barat, Anda bisa menemukan motif batik mega cloud yang menawarkan desain mewah dan stylish. Motif batik ini kerap tersedia dalam warna-warna yang menarik. Sedangkan motif batik parang menjadi salah satu desain batik yang sangat digemari di berbagai kota di Jawa. Dari Jawa bagian timur terdapat motif Gentongan yang menjadi ciri khas batik Madura.

Pergi ke pulau Kalimantan, Anda juga bisa menemukan motif batik yang tidak kalah indahnya. Di Kalimantan Selatan ada jenis kain yang memiliki metode seperti batik disebut kain sasirangan. Sedangkan dari Kalimantan Tengah ada kain batik yang dikenal dengan batik spot benang. Motif batik Kalimantan biasanya menawarkan warna-warna menarik seperti merah, oranye atau hijau.

Pergi ke Padang, Anda bisa menemukan kain batik yang disebut batik Tanah Liek. Kain batik ini memiliki kegunaan khusus dari tanah liat sebagai media pewarnaan. Selain itu, motif yang terdapat pada batik tradisional Padang juga tidak kalah berkesan, antara lain kaluak paku, rangkiang atau rebung.

Batik tradisional merupakan kebanggaan para tokoh terkemuka dunia

Popularitas kain batik dari luar negeri sangat tinggi. Memang, kebanggaan dalam mengenakan baju batik tidak hanya ditunjukkan oleh masyarakat biasa, tetapi juga oleh tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh. Mereka pun dengan percaya diri mengenakan baju batik di acara-acara resmi.

Anda tahu almarhum Nelson Mandela, bukan? Mandela merupakan sosok mendunia yang sangat menggemari pakaian batik tradisional Indonesia. Dalam kesehariannya, Mandela kerap terlihat mengenakan batik. Bahkan, masyarakat Afrika Selatan memiliki julukan tersendiri untuk batik, yaitu baju Madiba atau baju Madiba yang tak lain adalah julukan Mandela.

Kate Middleton yang tak lain adalah istri Pangeran Williams merupakan sosok kekinian yang juga peminat pakaian batik. Padahal, pengaruh penggunaan batik oleh Kate sangat besar. Kemeja batik yang dipakainya ludes dalam beberapa menit. Hal ini menunjukkan bahwa desain baju batik tidak kalah gaya dengan jenis kain lainnya.

Menjadi pengusaha sukses dan melestarikan budaya batik tradisional

Potensi komersial batik tradisional yang besar telah dibuktikan oleh banyak orang. Dengan kecintaan yang tinggi pada budaya bangsa dan kemampuan berbisnis, mereka dapat tumbuh menjadi wirausahawan sukses dengan penghasilan tinggi.

Sally Giovanny, perempuan kelahiran 25 September 1988 ini merupakan sosok yang bisa menginspirasi Anda untuk memasuki bisnis batik tradisional. Sally dikenal sebagai pendiri Batik Trusmi yang kini dikenal sebagai salah satu toko batik terbesar di Indonesia. Berkat ketekunannya, Sally kini mampu mempekerjakan 850 karyawan. Pada saat yang bersamaan, pihaknya juga telah bekerjasama dengan lebih dari 500 perajin batik.

Lain halnya dengan seorang pemuda Papua bernama Jimmy Affar. Meski dibesarkan di Papua yang bukan daerah penghasil batik, Jimmy menyukai batik. Alhasil, batik juga memadukan unsur Jawa dengan budaya Papua. Volume masih rendah, masih puluhan juta sebulan. Namun keberadaannya bisa memberikan tambahan penghasilan bagi ibu rumah tangga di Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *