Thursday, July 9

Batik Solo Motif Parang

Batik adalah salah satu hasil kebudayaan yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Persebaran batik di Indonesia sangat luas terutama di pulau jawa. Pulau Jawa menjadi pusat perkembangan batik di Indonesia. Khususnya di Kota Solo yang memiliki ribuan jenis batik. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai batik solo, kami akan memberikan ulasan tentang salah satu motif parang. Berikut ulasannya.

Batik Solo Motif Parang

Batik Parang menjadi salah satu motif batik yang bisa dikatakan paling tua di Indonesia. Berdasarkan wikipedia.org parang berasal dari kata Pereng yang memiliki arti lereng. Perengan ini memberi gambaran sebuah garis yang menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Dengan susunan motif S yang jalin-menjalin satu sama lain tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S ini diambil dari bentuk ombak samudra yang juga melambangkan semangat yang tidak pernah padam. Batik motif parang adalah batik asli Indonesia yang ada sejak pada zaman keraton Mataram Kartasura (Solo).

Berikut ini adalah beberapa macam batik solo motif parang:

  1. Parang Slobog.

Yang pertama, batik solo motif Parang Slobog menjadi simbol keteguhan, ketelitian dan kesabaran, dan biasanya digunakan pada saat upacara pelantikan. Motif ini juga mempunyai makna harapan supaya pemimpin yang dilantik bisa mengemban dan menjalankan tugasnya dengan amanah disertai kebijaksanaan dalam diri.

  1. Parang Klitik.

Batik solo motif Parang Klitik merupakan pola parang dengan berbagai stilasi yang tergolong halus. Untuk ukuran batiknya pun lebih kecil dan juga menggambarkan feminimitas, Motif ini menjadi lambang kelemah-lembutan, perilaku halus dan bijaksana. seringkali digunakan oleh para puteri kerajaan.
batik-parang

  1. Parang Barong.

Batik Solo motif Parang Barong merupakan motif yang mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan parang rusak, motif parang barong diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma. Motif Parang Barong memiliki arti sebagai pengendalian diri dalam dinamika usaha yang begitu terus-menerus, kebijaksanaan dalam gerak, dan kehati-hatian dalam mengambil tindakan.

  1. Parang Rusak.

Batik solo motif Parang Rusak merupakan motif batik yang diciptakan oleh Penembahan Senopati ketika beliau pertapa di Pantai Selatan. Motif batik ini terinspirasi dari ombak yang tidak pernah lelah menghantam kerasnya karang di pantai. Motif ini menggambarkan manusia yang tengah melawan kejahatan dengan mengendalikan keinginannya sehingga mereka menjadi bijaksana, berwatak mulia karakter yang akan menang.

Beli Baju Batik dan kain batik berkualitas dengan harga terjangkau di https://batik-s128.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *