November 1, 2019

Waspada, Ini Dia Penyebab Gagal Ginjal yang Harus Anda Ketahui

Ginjal adalah sepasang organ yang berbentuk menyerupai kacang yang terletak pada punggung bagian bawah. Fungsi utamanya adalah untuk menyaring racun dan sisa-sisa makanan dan mengirimkannya ke usus, untuk kemudian dibuang melalui air kemih. Jika ginjal tidak dapat berfungsi, maka kondisi gagal ginjal terjadi.

Gagal ginjal adalah kondisi di mana ginjal kehilangan kemampuannya untuk menyaring cairan dan sisa-sisa makanan. Saat kondisi ini terjadi, kadar racun dan cairan berbahaya akan terkumpul di dalam tubuh dan dapat berakibat fatal jika tidak diobati. Satu-satunya cara untuk bisa sembuh dari kondisi ini adalah dengan melakukan cangkok ginjal.

Penyakit gagal ginjal dibagi menjadi dua tahap, yaitu:

  1. Penyakit gagal ginjal akut (GGA)

Kondisi ini terjadi saat ginjal Anda tiba-tiba mengalami kerusakan secara mendadak sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal tiba-tiba tidak bisa menyaring limbah kimiawi dari darah yang bisa memicu bertumpuknya limbah tersebut.

  1. Penyakit gagal ginjal kronis (GGK)

kondisi ini terjadi di mana fungsi ginjal mulai menurun secara progresif dalam beberapa bulan atau beberapa tahun yang sering hilang timbul. Umumnya gagal ginjal kronis timbul akibat dari kerusakan ginjal yang sudah parah dan bersifat permanen.

Angka penderita gagal ginjal di Indonesia terus bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Hal tersebut berdasarkan data yang didapatkan dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 oleh Kementerian Kesehatan RI Sebagian besar penyebab gagal ginjal bisa akibat komplikasi dari penyakit hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas.

Ciri-Ciri Gagal Ginjal

Berikut ini adalah ciri-ciri umum penyakit gagal ginjal:

  • Berkurangnya jumlah urin.
  • Pembengkakan kaki, pergelangan kaki, dan telapak kaki.
  • Sesak nafas yang tidak jelas sebabnya.
  • Kelelahan dan rasa kantuk yang berlebihan.
  • Mual yang terus-menerus.
  • Nyeri pada dada.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab Gagal Ginjal Akut

Kehilangan fungsi ginjal secara mendadak bisa juga disebut dengan cedera ginjal akut. Cedera ginjal akut memiliki tiga penyebab utama, yaitu:

  • Kurangnya aliran darah ke ginjal.
  • Kerusakan langsung pada ginjal.
  • Penyumbatan urin dari ginjal.

Sedangkan penyebab gagal ginjal akut yang umum termasuk:

  • Trauma cedera dengan kehilangan darah.
  • Kerusakan ginjal akibat syok karena sepsis.
  • Obstruksi aliran urine (pembesaran prostat).
  • Kerusakan akibat obat-obatan tertentu.
  • Komplikasi kehamilan, seperti eklampsia dan preeklampsia atau sindrom HELLP (Hemolisis, Elevated Liver Enzymes, dan Low Platelets Count).

Penyebab Gagal Ginjal Kronis

Kerusakan ginjal dan penurunan fungsi yang berlangsung lebih dari 3 bulan disebut ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis sangat berbahaya, karena Anda mungkin tidak memiliki gejala gagal ginjal apapun dan tiba-tiba menjadi parah.

Biasanya, saat seseorang mulai memeriksakan diri ke dokter, kerusakan ginjal sudah terlanjur terjadi. Diabetes (tipe 1 dan 2) dan tekanan darah tinggi adalah penyebab paling umum dari penyakit ginjal kronis. Penyebab gagal ginjal kronis lainnya adalah:

  • Kondisi sistem kekebalan tubuh seperti lupus dan penyakit virus kronis seperti HIV/AIDS, hepatitis B, dan hepatitis C.
  • Infeksi saluran kemih di dalam ginjal (pielonefritis) dapat menyebabkan luka saat pemulihan infeksi. Beberapa episode dapat menjadi penyebab gagal ginjal
  • Peradangan pada filter kecil (glomerulus) dalam ginjal. Hal ini bisa terjadi setelah infeksi strep dan kondisi lain yang penyebabnya tidak diketahui.
  • Penyakit ginjal polikistik, di mana kista berisi cairan terbentuk di ginjal dari waktu ke waktu. Ini adalah bentuk paling umum dari turunan penyakit ginjal.
  • Cacat bawaan lahir akibat dari obstruksi saluran kemih atau malformasi yang mempengaruhi ginjal. Salah satu yang paling umum melibatkan mekanisme seperti katup antara kandung kemih dan uretra. Cacat ini, kadang-kadang ditemukan saat bayi masih dalam kandungan, sering dapat diperbaiki melalui pembedahan oleh ahli urologi.
  • Obat dan racun, termasuk paparan jangka panjang untuk beberapa obat dan bahan kimia. Seperti NSAID (obat anti-inflamasi nonsteroid), ibuprofen dan naproxen, dan penggunaan intravena obat “jalanan.”

Tahap akhir penyakit ginjal terjadi ketika sekitar 90 persen dari fungsi ginjal telah hilang. Orang dengan gejala dari penyebab gagal ginjal mungkin mengalami mual, muntah, lemas, kelelahan, kebingungan, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan nafsu makan. Hal ini dapat didiagnosis dengan tes darah dan urin.

Diagnosis Penyakit Gagal Ginjal

Berikut ini adalah tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis kondisi gagal ginjal:

  1. Urinalisis

Sampel urine dapat diperiksa untuk melihat adanya kelainan pada diri Anda, termasuk protein atau gula abnormal pada urine. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan urine sedimen, yang akan mengukur jumlah sel darah merah dan darah putih, melihat bakteri dan silinder sel apabila berjumlah banyak.

  1. Pengukuran volume urine

Pengukuran pengeluaran urine adalah tes paling sederhana untuk mendiagnosis gagal ginjal. Sebagai contoh, urine yang sedikit dapat mengindikasi adanya penyakit ginjal karena hambatan urine, yang dapat disebabkan oleh beberapa penyakit atau cedera.

  1. Tes darah

Sampel darah dapat diambil untuk mengukur substansi yang tersaring oleh ginjal Anda, seperti nitrogen urea darah (BUN) dan kreatinin (Cr). Kenaikan pesat dari kadar keduanya dapat mengindikasikan gagal ginjal akut.

  1. Tes pencitraan

Tes untuk melihat gambaran dalam tubuh manusia, seperti ultrasound, MRI, dan CT scan mampu memberikan gambar dari ginjal dan saluran urine. Hal ini dapat menunjukkan halangan atau ketidaknormalan di dalam ginjal Anda.

  1. Sampel jaringan ginjal

Sampel jaringan diperiksa untuk memeriksa endapan yang tidak normal, luka, atau organisme menular. Biopsi ginjal digunakan untuk mengambil contoh jaringan. Biopsi adalah prosedur sederhana  yang dilakukan saat Anda sadar. Anestesi lokal diberikan untuk menghilangkan rasa tidak nyaman. Sampel diambil dengan jarum biopsi yang dimasukkan melalui kulit dan ke dalam ginjal. Peralatan rontgen atau ultrasound digunakan untuk menemukan lokasi ginjal dan membantu dokter melihat jarum.

Sebelum memeriksakan diri Anda ke dokter, Anda bisa melakukan atau mengikuti gaya hidup dan pengobatan rumahan. Perubahan gaya hidup dapat membantu Anda mengatasi atau mencegah penyakit gagal ginjal. Berikut ini adalah gaya hidup yang bisa Anda lakukan:

  1. Ikuti petunjuk dalam obat-obatan bebas. Menggunakan dosis yang terlalu tinggi dapat menciptakan tingkat racun yang tinggi dalam waktu cepat dalam tubuh. Racun tersebut dapat memenuhi ginjal Anda.
  2. Batasi paparan zat kimia pada tubuh Anda. Seperti pembersih ruangan, rokok, pestisida, dan produk beracun lainnya.
  3. Jalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi banyak buah-buahan dan sayur.
  4. Konsumsi makanan diet khusus untuk penderita gangguan ginjal, seperti Nephrisol dan Nephrisol-D. Kedua produk yang terdapat pada KALBE Store ini mengandung protein yang terdiri dari asam amino esensial dan non esensial. Nephrisol dan Nephrisol-D juga mengandung  vitamin dan mineral, dan juga bebas laktosa. Penggunaan sukralosa sebagai pemanis dalam Nephrisol dan Nephrisol-D ini juga aman untuk dikonsumsi oleh penderita Diabetes Melitus. Perlu diketahui, Nephrisol merupakan makanan diet khusus pasien ginjal yang belum mengalami dialisa. Sedangkan nephrisol-D digunakan pada pasien yang yang sudah mengalami dialisa.