July 16, 2019

Jenis Seating Dalam Meeting Room Agar Tak Salah Pilih

Seperti yang sudah Anda ketahui, setiap meeting room hotel memiliki konsep dan desain tempat duduk yang berbeda. Dari bentuk U, ruang kelas, papan tulis dan banyak lagi. Apakah Anda tahu perbedaan dan fungsi masing-masing desain dan gaya tempat duduk setiap ruang pertemuan? Sebelum memilih pertemuan yang salah berikutnya. Sebagian besar ruang pertemuan di Indonesia dirancang dengan kursi berbentuk U, ruang rapat dengan pola sofa, dan kursi berbentuk huruf U, sesuai namanya. Huruf berbentuk huruf U biasanya digunakan untuk pertemuan berukuran sedang dengan kapasitas hingga 20 orang, sehingga memudahkan pembicara untuk berkomunikasi dan juga berkomunikasi dari masing-masing peserta. Dalam bentuk U-Shape, setiap peserta dapat berinteraksi lebih mudah karena konsepnya yang terbuka dan memudahkan setiap peserta untuk berkontribusi.

U-Shape juga mengutamakan konsep keluarga karena meja dan kursi yang sengaja dirancang bersebelahan dan berseberangan. Konsep tempat duduk biasanya sangat disukai oleh pertemuan bisnis atau tim menengah. Ruang pertemuan dengan konsep U-Shape ini sebenarnya dapat meningkatkan interaksi antara setiap peserta dan lebih fokus pada pembicara yang dapat melihat setiap sudut, tetapi sayangnya tidak semua kamar bisa mendapatkan bentuk-U karena ruang yang terbatas. Tidak diragukan lagi bentuk-U ini membutuhkan ruang desain berbentuk ruang yang besar untuk ruang masing-masing peserta.

Boardroom

Selain U-Shape, Boardroom juga merupakan salah satu desain paling umum untuk ruang pertemuan di Indonesia. Ruang rapat ini biasanya dapat menjangkau peserta untuk media. Konsep di ruang rapat biasanya menggunakan meja panjang di tengah peserta, yang bertolak belakang. Tentu saja, konsep tempat duduk ini dapat memaksimalkan komunikasi dan interaksi para peserta satu sama lain. Terutama karena konsep bangku terhadap satu sama lain, dapat dilihat bahwa 90% dari peserta memiliki tingkat konsentrasi yang lebih tinggi untuk memperhatikan loudspeaker. Konsep ruang rapat dianggap lebih maksimal dan juga efektif karena, selain meningkatkan interaksi, setiap peserta dapat lebih mudah merekam berbagai hasil diskusi dan juga materi yang disajikan. Namun sayangnya desain Boardroom ini tidak kehilangan jumlah peserta yang terlalu banyak karena jaraknya terlalu jauh dari awal hingga selesai. Selain itu, presentasi dengan monitor atau proyektor juga harus ditempatkan secara optimal dan penuh perhatian sehingga setiap peserta dapat menjangkau pembicara dengan baik.

Classroom

Kembali ke sekolah, ruang pertemuan dengan ruang kelas dirancang dengan meja dan kursi yang ditempatkan di belakang dengan fokus pada pembicara. Meskipun desain ruang kelas ini dapat mengakomodasi semakin banyak peserta, model ruang kelas ini sayangnya tidak dapat mencakup semua peserta yang hadir, karena peserta di belakang mungkin tidak fokus dan tidak dapat mendengar perhatian dan menonton pembicara. maksimal dengan gangguan dan jarak yang cukup jauh ke speaker. Dan sementara peserta lain mengganggunya, semua peserta di belakangnya harus terganggu. Desain kelas efektif untuk kapasitas peserta yang berukuran kecil hingga menengah, tetapi ketika dilakukan untuk pertemuan besar, desain kelas tidak optimal karena tidak dapat menjangkau peserta yang paling kurang beruntung.

Teater

Teater Style adalah alternatif yang paling banyak digunakan dan paling cocok untuk pertemuan berkapasitas besar. Gaya teater kurang lebih disambut dengan gaya kelas, tetapi perbedaannya adalah di tengah-tengah peserta ada jalan terbuka yang memisahkan peserta dari kiri dan kanan. Gaya teater biasanya hanya bisa digunakan di ruangan besar untuk menampung sebagiannya. Biasanya, Teater Style tidak menawarkan fasilitas meja, sehingga kurang efisien untuk bahan yang membutuhkan banyak catatan.

Banquet

Ini jarang ditemukan di Indonesia, jika ini yang terjadi, ruang pertemuan yang satu ini glamor dan eksklusif karena tidak hanya digunakan sebagai tempat pertemuan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai ruang makan siang. Desain jamuan ini umumnya memakan lebih banyak ruang karena ruang kosong tumpah di tengah meja, belum lagi jarak antara setiap meja yang perlu dihapus cukup jauh untuk menjaga privasi satu sama lain. Meskipun konsep jamuan lebih terbatas dan juga dikenal, namun membutuhkan ruang yang cukup luas dan juga harga sewa yang lebih mahal untuk mendapatkannya.