August 29, 2019

FUNGSI SITOPLASMA PADA SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang sitoplasma yang merupakan dalah satu bagian dari organel sel hewan dan sel tumbuhan. Sitoplasma berdiri berdampingan dengan organ sel lain dan melakukan fungsinya sejajar dengan sel lain. Ada beberapa organel lain sel hewan yang bisa anda ketahui dari penjelasan berikut ini.

Sitoplasma, dan fungsi organel lain sel hewan

Kekuasaan Tuhan memang begitu terasa di kehidupan kita. Bahkan makhluk seperti manusia, hewan, dan tumbuhan tersusun secara rinci dari susunan sel yang sangat kecil dan bahkan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Berikut ini adalah susunan organel sel hewan beserta fungsinya :

  1. Membran sel : membran sel memiliki fungsi sebagai “kemasan” yang mengemas segala zat yang terkandung dalam suatu sel. Membran sel ini juga berfungsi untuk melindungi isi sel dari segala gangguan yang datang dari luar sel.
  2. Sitoplasma : sitoplasma merupakan bagian dari sel yang berupa cairan serta segala zat yang dapat larut dalam sel. Bentuk sitoplasma dalam sel hewan adalah seperti gel. Sitoplasma ada di dalam nukleus atau inti sel hewan. Sitoplasma memiliki dua jenis fase, yaitu fase gel dan juga fase sol (fase padat). Fungsi utama dari sitoplasma adalah sebagai sumber bahan kimia sel serta tempat terjadinya proses metabolisme dalam sel hewan.
  3. Retikulum endoplasma : bagian ini ada di dalam sel hewan dan berbentuk seperti benang-benang yang ada dalam sel. Retikulum endoplasma yang terdapat pad asel hewan dibagi menjadi dua kategori, yaitu retikulum endoplasma halus dan retikulum endoplasma kasar. Fungsi utama dari retikulum endoplasma adalah sebagai tempat terjadinya proses sintesis lemak dan steroid.
  4. Mitokondria : fungsi mitokondria dalam sel hewan adalah seperti mesin. Di dalam mitokondria, terjadi sebuah proses penghasilan energi dari semua bahan makanan yang masuk ke dalam sel. Mitokondria juga memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya respirasi.
  5. Lisosom : lisosom memiliki fungsi sebagai pengontrol sistem pencernaan instraseluler yang ada di dalam sel hewan.