November 4, 2019

Cabai Rawit Sebagai Anti Serangan Jantung

Kecil tidak selalu berarti biasa-biasa saja. Reputasi Cayenne membuktikan ungkapan ini. Selain rasanya pedas yang unggul, cabe rawit juga mengandung banyak manfaat obat. Cabe rawit (adegan buah Capsicum) ditemukan sebelum abad ke-16 oleh orang India, Amerika Selatan. Kemudian Portugis dan Spanyol bertindak agresif dengan barang-barang ini di seluruh dunia. Perkembangan pengobatan dengan cabe kecil sebenarnya sudah lama sekali. Penelitian modern tentang penggunaan cabe rawit sebagai obat pertama kali dilakukan oleh seorang ahli botani bernama John Gerard, penulis buku History of Herbs, pada 1597. Kemudian, pada 1652, Dr. Nicholas Culpeper, alumnus Universitas Cambridge, Inggris, melakukan penelitian yang sama.

Dia mengatakan cabe rawit dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi, meningkatkan pencernaan dan urin, dan menghilangkan batu ginjal. Kandungan cabe rawit, yang sering digunakan sebagai obat, adalah capsaicin. Sifat zat yang tidak larut dalam air memberikan rasa pedas dan hangat yang bisa dirasakan tidak hanya oleh tubuh, tetapi juga oleh kulit. Obat-obatan ini memiliki kekuatan untuk mengendalikan rasa sakit. Sensasi terbakar ini akan, dalam beberapa literatur yang disebutkan, memiliki efek pada jaringan yang berhubungan langsung dengan zat P dan mencegah akumulasi zat-zat ini. Obat P ini bertindak sebagai pembawa pesan untuk nyeri tubuh ke saraf penerima, yang kemudian ditransfer ke otak. Karena itu, aktivitas capsaicin dalam pengobatan nyeri cukup baik. Karena obat ini hanya memengaruhi satu jenis nyeri penerima saraf.

Mengaktifkan endorfin Di sisi lain, capsaicin juga dapat menyebabkan pembentukan hormon endorfin yang diproduksi oleh otak. Hormon endorfin terbentuk ketika tubuh dalam keadaan bahagia atau bahagia. Pelepasan hormon-hormon ini dari stimulus secara tidak langsung dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Pada titik ini reseptor pada saraf dapat menghibur bagian tubuh yang sakit. Oleh karena itu, panduan tentang tanaman obat oleh James A. Duke, Ph.D., menyatakan bahwa capsaicin efektif dalam menghilangkan rasa sakit. Dalam penelitian lain disebutkan, capsaicin tidak hanya bagus untuk menghilangkan rasa sakit karena sakit kepala, tetapi juga berguna dalam pengobatan radang sendi atau radang sendi.